Sigap Mencegat Kondisi Darurat

Luka dan cedera dapat terjadi kapan saja, menimpa siapa saja, di mana saja. Kalau lukanya ringan sih, enggak masalah. Tapi bagaimana kalau luka atau cederanya berat dan terjadi jauh dari fasilitas layanan medis? Memahami teknik pertolongan pertama mungkin menjadi penting. Kalau saja menguasai teknik pertolongan pertama, Anda tidak perlu teriakteriak hanya lantaran jempol kaki memar terantuk batu. Apalagi Jika sedang berada di tengah hutan. Salah teriak, yang datang malah macan dan kawankawan Tarzan lainnya. Jadi, tak ada ruginya mengetahui bagaimana cara cepat dan tepat mengatasi luka rlngan, perdarahan berat, tulang patah, atau luka bakar. Siapa tahu, suatu saat dibutuhkan.

Kita mulai dengan luka ringan. Luka kecil sering terjadi akibat sayatan pisau, pecahan beling, atau luka tusuk dangkal. Untuk menghentikan perdarahan, lakukan teknik balut tekan. Tak usah
jauhjauh mencari perban ke Puskesmas. Kalau kepepet, gunakan sapu tangan bersih untuk menutup perdarahan, lalu tekan sampai darahnya berhenti mengalir. Bila sudah berhenti, bersihkan
luka dengan air sabun dan antiseptik. Luka jenis ini akan cepat mengering bila dibiarkan terbuka. Bila kedua tepinya terlalu menganga, rapatkan kedua sisinya, sehingga lukanya menutup. Untuk menutup luka, gunakan cara “plester kupukupu”. Anda bisa menggunakan plester luka, macam Hansaplast, atau plester biasa.

Bagaimana cara membuat “plester kupukupu”? Tak perlu persis betul dengan kupukupu aslinya. Awalnya, lipat plester pada sisi yang tidak berperekat. Gunting kedua sudutnya (seperti tampak pada gambar). Lalu sterilkan plester dengan cara “melewatkannya” di api lilin atau korek. Rapatkan kedua tepi luka, lalu rekatkan plester itu sehingga lukanya menutup.
Luka sayat kecil lazimnya sembuh dengan sendirinya. Jika setelah ditutup timbul tandatanda infeksi, buka kembali plester penutupnya, dan biarkan luka dalam keadaan terbuka. Tapi kalau lukanya dalam, cara menutup ini hanya boleh dilakukan jika lukanya bersih dan terjadi kurang dari 12 jam. Jika sudah lama dan kotor, penutupan luka malah bisa menyebabkan infeksi.
Hal penting lainnya, jagalah kebersihan saat merawat luka. Cuci tangan lebih dahulu dengan sabun dan air sampai bersih. Kemudian cuci luka dengan sabun dan air matang. Mungkin agak perih, tapi tahan saja, karena tak ada pilihan lain. Kalau tidak dibersihkan, luka bisa terinfeksi kuman atau yang lain.

Pilih juga pembalut bersih. Lupakan mitos membubuhkan lumpur, bubuk kopi, abu, atau kapur pada luka. Jika benda tajam penyebab luka tusuk masih menancap dalam di luka, jangan sekalikali berusaha mencabutnya. Sebab, bila dicabut, justru akan menyebabkan perdarahan yang lebih hebat. Sebaliknya, ikat supaya benda itu tidak bergerakgerak. Biarkan pencabutan dilakukan di rumah sakit.

Pada luka terbuka, sebaiknya gunakan antiseptik cair. Hindari penggunaan salep, sebab lapisan salep akan menghalangi permukaan luka dari udara luar, sehingga bakteri mudah tumbuh. Jika perlu, balut luka dengan kasa steril dan perban. Ganti balutan setiap hari sampai luka sembuh. Bagaimana jika hanya luka memar, misalnya akibat tergencet palu atau terjedot pintu? Jangan balas menggencet palu atau memukul pintunya. Cukup tekan bagian yang memar dengan tangan. Jika perlu, kompres dengan air dingin dan beri balutan yang menekan. Setelah itu, biasanya ia akan sembuh sendiri.

Sumbat Luka Terbuka
Pada kasus cedera berat tentu lebih repot. Hal pertama yang harus dilakukan adalah minta pertolongan. Sembari memmggu datangnya bantuan, lakukan pertolongan pertama. “Sebelum memberikan pertolongan, pastikan semua dalam keadaan aman, baik korban, penolong, maupun lingkungan sekitar,” pesan dr. Kusdijanto (Kepala Subdinas Kesehatan Darurat dan Bencana, Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Kalau mungkin, hubungi ambulan gawal darurat di nomor 118. Selain menyediakan ambulans, layanan ll8 juga dapat dimanfaatkan untuk konsultasi teknik pertolongan pertama jarak jauh. Kusdijanto juga menandaskan, sebelum memberikan pertolongan apapun. pastikan kondisi ABC korban tidak dalam keadaan tak terganggu, (dimaksud ABC adalah airway (jalan napas tidak tersumbat, breathing (korban masih bernafas,) dan circulation (jantung korban masih berdetak). Semua itu faktor kritis paling berpengaruh terhadap nyawa seseorang.
Pada pendarahan hebat, langkah awal yg perlu diberikan adalah menyetop perdarahan! Pertama, pastikan penderita dalam keadaan berbaring.

Perdarahan berat tidak boleh ditangani saat korban dalam keadaan duduk atau berdiri. Kedua, jika mungkin, posisikan kepalanya sedikit lebih rendah daripada badan, atau angkat bagian tungkai kaki. Posisi ini dapat mengurangi risiko pingsan, akibat meningkatnya aliran darah ke otak. Ketiga, angkat bagian yang berdarah setinggi mungkin dari jantung. Jika perdarahan terjadi di betis, letakkan betis di atas tumpuan, sehingga posisinya lebih tinggi dari badan. Keempat, buang kotoran dari luka. Kelima, berikan tekanan langsung di atas luka. Gunakan pembalut yang bersih. Jika tidak ada, gunakan sapu tangan atau potongan kain.

Keenam, kalau darah masih terus merembes, kuatkan tekanan. Tambahkan sapu tangan lagi di atasnya, tanpa perlu membuang sapu tangan pertama. Sebab, di dalam darah yang keluar terdapat faktorfaktor pembekuan. Ketujuh, pertahankan tekanan hingga perdarahan berhenti. Jika telah mampet, balut luka dengan perban langsung di atas kain penyerap. Tak ada perban? Gunakan potongan kain biasa. Setelah itu, segera bawa korban ke rumah sakit terdekat.
Jika dengan teknik balut tekan biasa perdarahan tidak juga berhenti, lakukan terus sampai ada pertolongan lebih lanjut. “Sebetulnya, ada teknik torniquet, tapi sebaiknya teknik ini hanya dilakukan oleh mereka yang pernah mendapatkan pelatihan,” tutur Danang Susanto, Kepala Seksi Siaga Gawat Darurat dan Bencana. Jika keliru, teknik ini justru membahayakan.
Sekadar gambaran, tourniquet berupa tali yang mengikat kuat, sehingga aliran pembuluh darah tersumbat. Ikatan ini punya simpul yang bisa dikencangkan dan dikendurkan. Tiap sepuluh menit, ikatannya harus dikendurkan selama 30 detik untuk memberi kesempatan darah mengalir lagi. Tujuannya, mencegah matinya jaringan akibat tidak mendapat suplai darah.

Kardus pun Jadi
Pada kecelakaan parah, perdarahan pun jadi sering disertai tulang patah (fraktur). Jika itu terjadi, jangan gerakkan bagian tulang yang patah. “Jika harus digerakkan, usahakan gerakannya sesedikit mungkin,” tandas Kusdijanto. Tulang yang patah biasanya ditandai nyeri hebat akibat kontraksi otot, bengkak, memar, bentuk organ yang bengkok, terkulai secara tidak wajar, atau adanya bunyi patah pada saat kecelakaan. Namun kadangkadang, tulang patah tidak disertai dengan tandatanda yang jelas seperti itu. Jika ragu, anggap saja terjadi tulang patah supaya aman, sehingga perawatannya mengacu pada prosedur perawatan tulang patah. Untuk memastikan tulang tidak bergerak-gerak, pasang bidai pada bagian yang mengalami tulang patah. Caranya, ikat bagian yang patah dengan sesuatu yang kuat. Jika ada, gunakan kayu atau balok. Sebaiknya gunakan “aturan dua sendi”. Maksudnya, bagian

Pasang bidai pada tulang yang patah.
yang patah diikat sepanjang dua sendi. Satu sendi di atasnya, dan satu sendi di bawahnya. Kalau yang patah betis (tungkai bawah), pasanglah bidai di betis, melampaui sendi lulut dan sendi perge-langan kaki. Bagaimana jika tak ada kayu atau balok? “Siasati dengan menggunakan benda lain yang kaku, misalnya kardus,” kata Danang. Kalau kardus tak ada juga, gunakan anggota badan. Misalnya, jika yang patah betis kanan, ikat betis lersebut dengan betis kirinya. Sebagai tali pengikat, pakai sobekan pakaian.

Mitos Mentega dan Odol
Sama seperti perdarahan berat, luka bakar juga tak boleh diperlakukan sembarangan. Termasuk dalam kategori ini, luka terbakar api, tersiram air panas, tersiram bahan kimia (asam atau kimia kuat), maupun terlindas setrika. Apa pun jenisnya, pertolongan pertama dan utama adalah siram dengan air. Jangan tunggu ini-itu Meskipun sudah tidak kontak dengan sumber panas, jaringan yang luka masih menyimpan panas, Semakin lama ditunda, kerusakan jaringan semakin lama berlangsung. Jika mungkin, letakkan bagian luka dalam air mengalir. Jika tidak tersedia, setidaknya rendam dalam air sampai rasa perihnya hilang. Jangan gunakan air es. Menurut panduan pertolongan pertama dari Mayo Clinic, penggunaan es langsung pada luka bakar malah bisa menyebabkan “luka dingin” {frost bite), akibat per-ubahan suhu yang terlalu rendah.

Sambil menunggu pertolongan dokter, untuk meringankan nyeri korban bisa diberi obat antinyeri macam parasetamol. Bagaimana-pun kondisi luka, tetap pegang aturan kedokteran, do no harm. Jangan menambah bahaya. Lupakan mitos tentang olesan mentega, kecap, atau odol. Yang paling penting, hindarkan luka dari kotoran, lalat, dan segala penyebab infeksi.
Mengoleskan mentega bukan hanya tidak membantu penyembuhan luka, tapi juga menambah penderitaan. Di rumah sakit, mentega akan membuat korban meringis kesakitan saat proses pembersihan luka. Pada luka bakar yang melepuh, jangan sekali-kali mengelupaskan bagian lepuh. Jika tersedia, tutupi luka secara longgar dengan kasa steril. Selama masa perawatan, penutup luka harus sering-sering diganti untuk menghindari infeksi.

Pada luka bakar serius, korban bisa mengalami shock. lni terjadi karena sebagian volume cairan dikirim ke daerah yang luka, sehingga volume darah ke otak dan jantung menurun drastis. Karena itu, selain pertolongan pada luka, korban juga harus dibuat tenang. Risiko shock ini perlu diwaspadai jika luas luka lebih dari 20% dari luas permukaan tubuh. Sebagai gambaran, 20% luas permukaan tubuh kira-kira setara dengan luas permukaan dada plus perut, atau paha plus betis.
Shock bisa dicegah dengan membaringkan penderita dengan
kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. Jika penderita sa-dar dan dapat menelan, beri ia banyak minum dan segera bawa ke rumah sakit. Upaya berikutnya, mutlak urusan dokter.
Sesuai dengan maksudnya, per-tolongan pertama memang lebih ditujukan untuk mencegat datangnya bahaya lebih lanjut.

 

Leave a Reply

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh